lama tak berkunjung, lama tak menyapa
rupanya sudah banyak yang berubah
banyak sampah, banyak isi, banyak jeroan
kembali menengok apa yang pernah diperbuat
ada kesan, ada rasa, ada murka, ada suka, ada duka
mungkin waktunya kembali…
lama tak berkunjung, lama tak menyapa
rupanya sudah banyak yang berubah
banyak sampah, banyak isi, banyak jeroan
kembali menengok apa yang pernah diperbuat
ada kesan, ada rasa, ada murka, ada suka, ada duka
mungkin waktunya kembali…
Destiny is not a matter of change..
it is matter of choice
it is not a thing to be waited for,
it is a thing to be achieved
-william Jenning Bryan-
We’ve seen
The power to change the future
In our dreams
I can hear your cries within the noise
I laughed at it and it only dispose all of my weaknesses
Only you can know where you were heading
While chasing a different skies
We wished for the courage to face the future
You kept on smiling
While being lost in the past
Until you can return to the real present
The first time I want to know about you
I was scared at how far the distance between our hearts
Just by understanding any misunderstoods
We can start forward
I wanted to hold your tears and pains
But if I run I become restless as I run further
How far do I have to keep on running… …
I can hear your songs within the noise
and I started to see my disappearing self
Please give me the strength to change the future
Where I’m supposed to walk alone
I can fly very high
Just because of your smile
We wished for the courage to link our hearts
To keep on smiling with you
While being lost in love
Until I can return to the real me
a translation from opening song of pandora heart – parallel heart (best anime soundtrack 2009)
Keluarlah Saudaraku
oleh Anis Matta
Saudaraku kau tahu bencana datang lagi
Porak lagi negeri ini
Hilang sudah selera orang2 untuk mengharap
Sementara jiwa2 nelangsa itu
Sudah sedari lama berbaris-baris memanggil-manggil
Keluarlah keluarlah saudaraku
Dari kenyamanan mihrabmu
Dari kekhusyuan i’tikafmu
Dari keakraban sahabat-sahabatmu
Keluarlah keluarlah saudaraku
Dari keheningan masjidmu
Bawalah roh sajadahmu kejalan-jalan
Ke pasar-pasar, ke majlis dewan yang terhormat
Ke kantor-kantor pemerintah
Dan pusat-pusat pengambilan keputusan
Keluarlah keluarlah saudaraku
Dari nikmat kesendirianmu
Satukan kembali hati2 yang berserakan ini
Kumpulkan kembali tenaga2 yang tersisa
Pimpinlah dengan cahayamu kafilah nurani yg terlatih
Ditengah badai gurun kehidupan
Keluarlah keluarlah saudaraku
Berdirilah tegap di ujung jalan itu
Sebentar lagi sejarah kan lewat
Mencari aktor baru untuk drama kebenarannya
Sambut saja dia
Engkaulah yang ia cari