Makan jamur atau (je)Jamuran ?

1 Comment »

Awal juni lalu, komunitas blogger bengawan.org mengadakan sebuah perhelatan dengan label SOLO (sharing online lan offline), dimana kegiatan ini dihadiri oleh berbagai komunitas blogger di jawa luar jawa, mengenai kegiatan ini (SOLO) bisa diliat reviewnya di berbagai blog teman-teman yang sempat hadir

Yang jadi cerita kali ini bukan mengenai SOLO tapi sedikit tentang kuliner yang sempat dicicipi dalam perjalanan balik dari solo menuju Jakarta,

Sewaktu perjalan balik solo – Jakarta kami (rara, nuri, nhie, saya) mampir di jogja ketemu dengan mas lantip, eh tau-taunya diajak makan di sebuah tempat makan yang unik banget (setidaknya bagi saya), gimana tidak, menu makanannya sih biasa, tapi… yang bikin unik itu bahan dasar yg dipakai, JAMUR.. yah, jamur, bahan dasarnya menggunakan jamur sebagai bahan pengganti daging (tongseng,sate,nugget), juga menggantikan nangka (gudeg), agak unik kan?, tapi ini tidak mengurangi rasaya, bagi saya rasa-rasanya jamur yg diolah menjadi gudeg lebih nikmat dibandingkan jika menggunakan bahan dasar nangka, mungkin pengaruh asal usul lidah saya yg tak sedaerah dengan asal usul gudeg :D

Click here to read more.. »

June 24th 2010 blogmates, community, inspiring

get the blog get the fun…

No Comments »
blog fest

blog fest

December 5th 2009 blogmates, community

Indonesia Linux Confrence 2009

6 Comments »

baru sempat posting lagi

cman sekedar numpang pamer ole2 dari ILC 2009 di Makassar Kemarin

bergambar dengan pak made wiryana (paling kiri berkumis)

bergambar dengan pak made wiryana (paling kiri berkumis)

id card dengan tanda tangan pak made wiryana

lumayan dapat kesempatan berfoto dengan pak made wiryana, salah satu orang yang berjasa membawa linux masuk ke indonesia

selain berkesempatan foto bareng sang idola, sy juga dapat tanda tangan sang idola :D
lumayan lah….

October 17th 2009 IT, community, community of security

Aku, Pinguin dan Jendela

1 Comment »

File yang semalam ku ketik mana? Dengan sedikit berteriak si bungsu terus mencari file tugasnya. apa hendak dikata file tugas si bungsu ternyata raib bersamaan dengan kegagalan eksperimenku kali ini. Hari itu sekitar 10 tahun yang lalu (1999) kala pertama aku mencoba sebuah sistem operasi yang baru kukenal yang tak lain dak tak bukan adalah Si LINUX yang kala itu (sampai sekarang pun masih) tampil dengan mengusung Pinguin sebagai maskotnya/simbolnya yang belakangan kuketahui si pinguin bernama TUX. Mandrake 4.0 kala itu menjadi Distro pertama yang kucoba, alhasil karena kurang teliti dan terburu-buru membaca dokumentasi yang ada mengakibatkan kesalahan yang cukup fatal waktu membuat partisi untuk linux, kondisi harddisk waktu itu yang sudah terinstall sistem operasi lain yang menjadikan “jendela” sebagai logonya, menjadi alasan untuk membuat sistem Dual Boot dan hasilnya Partition Table di Harddisk pun raib, seluruh file yang ada pun ikut raib termasuk ketikan si bungsu.

Kegagalan kala itu tidak menjadi akhir perkenalanku dengan Tux , dia mulai mengisi hari-hariku dan kerapkali menjadi awal berbagai mimpi-mimpiku yang belum terwujud hingga saat ini ?

Berjalan seiring waktu Linux pun kian berkembang, melalui tangan-tangan dingin para pengembang diseluruh dunia Linux kini menjadi sebuah alternatif akan sistem operasi yang tidak berbayar bahkan di beberapa belahan dunia Linux sudah menampakkan geliatnya sebagai sistem operasi yang semakin User Friendly. Sehingga cerita kehilang file seperti yang dialami si bungsu akibat kegagalan mengalokasikan partisi hampir-hampir tidak ditemukan lagi.

Jika dihitung-hitung waktu 10 tahun seharusnya menjadi waktu yang cukup lama bagiku untuk berkenalan dan berakrab-akrab ria dengan si Tux, namun ternyata kualitas hubungan yang kubangun dengan si Tux tidak sebaik beberapa rekan-rekan yang belakangan kukenal sebagai (kalau boleh kusebut) Aktifis Linux, bagaimana tidak hampir-hampir segala tetek bengek Linux mampu mereka kenali dengan baik sehingga menjadikan mereka (sekali lagi, jika boleh kusebut) Linuxer Sejati.

Hingga saat ini kecintaan dan kesetiaanku pada Linux masih mendua dan mungkin saja sangat sulit untuk tidak menduakannya dengan si “Jendela”, namun jika harus memilih kuputuskan untuk tetap memilih keduanya, bagaimana tidak masing-masing hadir dengan porsinya sendiri-sendiri. Salah satu buktinya adalah antara si “Jendela” dan si penguin tetap kubuat bersanding dalam laptopku dan tetap saja segala jenis merchandise maupun berita-berita hingga event tentang si Pingun selalu lebih menarik perhatianku di banding si “Jendala” :D

Linux Mint 5 dengan codename Elyssa masih tetap ku pertahankan hingga saat ini, bukan karena tanpa alasan. Jika kuhitung-hitung sudah lebih dari 3x si Elyssa menyelamatkan si Jendela. Ketika si jendela mengalami Crash dan tak mampu memboot. sebut saja ketika problem UNMOUNTABLE_BOOT_VOLUME “ mendera si Jendela, Elyssa memperlihatkan keDigjayaannya memperbaiki si jendela, begitupun setiap kali ada hal yang tak mampu ditangani si Jendela, Elyssa hadir dengan solusinya.

Bagiku Linux dengan segala kelebihan dan kekurangannya selalu mampu mengalihkan perhatianku, terbukti disaat semangat untuk nge-blog luruh. lomba blogging kali ini seakan memaksaku untuk ikut ambil bagian dengan mencoba menuliskan apa yang mampu kutulis, bagiku ini rekor tersendiri dikarenakan ini kali pertama menulis untuk kebutuhan lomba :D

Apapun sistem operasi yang teman-teman pergunakan Linux tetap layak menjadi pilihan karena berbagai kelebihannya yang pasti dibanding si jendela yang legal, Linux dapat dinikmati dengan biaya yang relatif jauh lebih murah dan tentunya legal, belum lagi pilihan software yang dipaketkan dalam berbagai distro yang ada semakin beragam dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan teman-teman. Kuncinya “coba mi dulu pake baru komentar, rasakan bedanya :D ,“

Sukses… buat para penggiat Open Source dimanapun dikau berada….

Bravo Linux … Bravo Open Source…

mariki di’……

Ditulis saat menunggu charge hp penuh dan bersiap ngalong (mabit/I’tikaf) di masjid

September 17th 2009 IT, community

Tudang Sipulung

Comments Off

August 25th 2009 blogmates, community