Destiny

No Comments »

Destiny is not a matter of change..
it is matter of choice
it is not a thing to be waited for,
it is a thing to be achieved

-william Jenning Bryan-

March 3rd 2010 inspiring, kontemplasi, life, word thru

[foto] Hujan sejenak Makassar Banjir

2 Comments »
Genangan air yg disebabkan oleh hujan, menggenangi ruas jalan

Genangan air yg disebabkan oleh hujan, menggenangi ruas jalan

“]Hujan sesaat yang mengguyur kota mekassar menyebabkan banjir dibeberapa titik,salah satunya di depan kantor Gubernur Sulawesi Selatan
December 9th 2009 al-islam, life, released

No Comments »

Bangkitlah Negeriku
Shoutul Harakah
Karya : Ust. Tate Qomaruddin, Lc.

Tatap tegaplah masa depan
Tersenyumah tuk kehidupan
Dengan cinta dan sejuta asa
Bersama membangun Indonesia

Pegang teguhlah kebenaran
Buang jauh nafsu angkara
Berkorban dengan jiwa dan raga
Untuk tegaknya keadilan

Reff.
Bangkitlah negeriku
Harapan itu masih ada
Berjuanglah bangsaku
Jalan itu masih terbentang

Selama matahari bersinar
Selama kita terus berjuang
Selama kita satu berpadu
Jayalah negeri jayalah

June 19th 2008 al-islam, harakah, jihad sabiluna, life

ikut ka’ nek …

No Comments »

Di usianya yang semakin senja beliau masih saja seperti dahulu ketika awal pertama saya mengenalnya, lembut, cerdas, berkarakter yang kuat, dan bagiku dia adalah salah satu sosok wanita perkasa yang pernah ku kenal.

I Tappa itulah nama yg kuketahui menjadi namanya, biasa dipanggil nenek tappa, atau indo’ tappa, dulu saya sering memanggilnya indo’ tappa, namun belakang setelah saya agak besar kadang saya memanggilnya nenek tappa.

bahasa yang menjadi bahasa sehari-harinya itu cuman bahasa bugis, bukan bahasa yang lain, walaupun ada beberapa kosakata dalam bahasa indonesia yang dia ketahui, begitupun aksara yang menjadi aksara baca tulisnya hanya aksara lontara atau arab bukan aksara latin yg biasa kita pakai, walaupun sedikit banyak dia bisa membaca dan menulis dalam bahasa indonesia, tapi begitulah adanya.
sayang pendidikan formal yang sempat dikecapnya hanya berupa kursus Kejar Paket A, andai sempat mengenyam pendidikan seperti orang-orang lain yang beruntung bisa jadi gelar professor sudah disandangnya, bagaimana tidak di usia yang se tua itu dia masih saja senang belajar, senang mengamati dan menganalisa suatu kejadian dan mendiskusikannya dengan kami, belum lagi ide-ide kreatif yang senantiasa muncul ketika ia berhadapan dengan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari,mungkin sebab itulah di kampung dan di lingkungan rumah sering saja dia menjadi tempat mencari solusi.

kemarin adalah pertemuan pertamaku dengannya di luar pulau sulawesi, Alhamdulillah dia berkesempatan menunaikan ibadah Umrah, pertemuan itu berlangsung di bandara soekarno-hatta cengkareng, karena penerbangan yang akan mengantarkannya ke saudi belum ada yang langsung dari makassar makanya mesti singgah dahulu di jakarta kemudian berganti pesawat ke saudi,rute pesawatnya itu makassar – jakarta – abu dhabi – madinah, pastilah perjalanan yang melelahkan.
karena harus transit di cengkareng, makanya saya berkesempatan menemuinya, dan alhasil perbincangan antara sepasang cucu dan nenek berlangsung seru,bahkan ketika teman-teman serombongan yang lain pada mulai merebahkan diri untuk beristirahat sembari menunggu jadwal keberangkatan, kami masih saja asyik bercerita. mulai dari kabar keluarga di sulawesi sana,kepergiannya yang boleh dibilang diam-diam sampai jenis tayangan favoritnya di TV, yah salah satunya itu adalah sinetron Si Entong, yang konon kabarnya kalau sudah di depan TV dia sudah ogah beranjak lagi dan sudah bisa dipastikan tidak ada yang boleh menggati channel. sebegitu hebatnyakah pengaruh TV sampai-sampai nenek saja dibuat seperti itu :D

pukul 15.00 waktu setempat adalah saat dimana kami harus berpisah untuk bertemu kembali disatu saat, semoga perjalanannya kali ini menjadi perjalanan yg paling menyenangkan dari perjalanan sebelumnya,dan semoga dulangan pahala dapat diraihnya disana, amin…

saat saya berkata padanya “nek, paccio’ ka’…” (nek, kasih ikut ka’ = nek, ikut…)” kembali senyum itu tergambar diwajahnya yang teduh sembari berkata “atu’… (ayoo = hayuu = kemari..) yang so pasti diiringi isyarat tangan.

c u nek… on april 22th on cengkareng again, pastinya dengan kondisi yang lebih baik dari sekarang :)

April 10th 2008 inspiring, life

rendezvous

No Comments »
kumpul dengan teman2 (tepatnya senior2) sekampus pasti membawa cerita dan dan suasana yg membawa ingatan kembali ke masa2 dimana ruang himpunan di “kapling” menjadi tempat tinggal begitu juga dengan laboratorium :D
kemarin malam tepatnya malam ahad, pertemuan lintas generasi itu terjadi, mulai dari angkatan paling “tua” angkatan 95 trus sampe yg paling “muda” angkatan 2001.

awalnya sih cuman janjian ketemuan dengan kanda yg satu itu (kebetulan yg paling “tua”, yang juga mantan ketua himpunan) jadilah dia datang ke kost-an niat awalnya cman mampir tapi cerita punya cerita akhirnya menginap juga, berhubung rumahnya d bandung,
keesokan harinya dihubunginya lah semua alumni yg bisa d jangkau dan jadinya terkumpul 15 orang

cerita pun berlanjut, mulai dari kisah semasa d kampus, dan tentu saja dengan candaan nya masing2, sampai pada cerita serius tentang masa depan :P

banyak candaan, sebenarnya lebih tepat disebut sebagai ejekan karena sifatnya main fisik, salah satunya ada candaan yg cukup kurang ajar tentang seorang teman yg kebetulan d anugerahi bibir yg cukup sensasional (maap, agak doer :p) yg konon kabarnya kalau mau tidur dan tidak ada alas cukup mengibaskan bibirnya itu sebagai alas, tp candaan ini jangan d tanggapi serius yah, soalnya ini sifatnya cuman main2 dan iseng2 walaupun kesannya sangat keterlaluan dan sangat menghina, namun begitulah adanya.. piss :D

pembicaraan serius bermula ketika ada yg melempar wacana mengenai mendirikan usaha baru, melihat kondisi bahwa yg sedang berkumpul adalah orang2 yg sudah malang melintang d dunia kerja dan di bidangnya masing2 dan selalu menjadi pekerja.
mungkin karena sudah bosan diperintah atau disuruh2 sehingga ada ide untuk “create their own job”, yah buat saya yg kebetulan pada waktu itu adalah yg paling “muda” jadinya untuk sementara menjadi pendengar setia saja dulu paling bersuara klo perlu, hehehe
at least, hasil pembicaraan yg sedikit serius itu memakan waktu hingga azan subuh berkumandang, dasar sudah jarang begadang sampai sepagi itu, badan rasanya agak gemetar ketika itu, alhasil selesai shalat subuh acara selanjutnya sudah bisa d tebak, tidur berjamaah … sampai siang… hehehe

satu hal yg menarik ternyata, ada banyak ide dan wacana yg sudah lama mengendap gara2 saban hari otak cuman d cekoki ma kerjaan dan kerjaan jadi pada “tumpah” ketika berdiskusi,eh bercerita maksudnya.
ini jadi bukti kalau salah satu kebutuhan itu yakni kebutuhan untuk terus berinteraksi dan berbagi itu ada dan memang kudu d akomodir

akhirnya acara kumpul2 itu berakhir menjelang waktu ashar ketika masing2 kembali ke rumah masing2 demi menyiapkan diri menyongsong hari berikutnya, sudah tentu hari itu hari senin dimana konon ada jargon “i don’t like monday” tapi ada juga yg bilang “i like monday” tapi terserah lah mo like atau don’t like
sepertinya untuk saat ini belum begitu ngefek ke saya,soalnya belum punya aktivitas tetap jadi praktis semua hari masih sama, hehehe…

kapan2 kumpul2 lagi yah….

tabe’…
March 4th 2008 life, released
Credit Card Application sumy free server monitoring Alcohol discount cell phone batteries