Merdeka !!!

No Comments »

Dirgahayu Negeriku, Dirgahayu Bangsaku…

Tatap tegaklah masa depan
Tersenyumlah tuk kehidupan
Dengan cinta dan sejuta asa
Bersama membangun Indonesia

Pegang teguhlah kebenaran
Buang jauh nafsu angkara
Berkorban dengan jiwa dan raga
Untuk tegaknya keadilan

Bangkitlah negeriku harapan itu masih ada
Berjuanglah bangsaku jalan itu masih terbentang

Bangkitlah negeriku harapan itu masih ada
Berjuanglah bangsaku jalan itu masih terbentang

Selama matahari bersinar
Selama kita terus berjuang
Selama kita satu berpadu
Jayalah negeriku jayalah! *)

Click here to read more.. »

August 17th 2010 bangsaku, harakah, inspiring, lyrics, word thru

Makan jamur atau (je)Jamuran ?

1 Comment »

Awal juni lalu, komunitas blogger bengawan.org mengadakan sebuah perhelatan dengan label SOLO (sharing online lan offline), dimana kegiatan ini dihadiri oleh berbagai komunitas blogger di jawa luar jawa, mengenai kegiatan ini (SOLO) bisa diliat reviewnya di berbagai blog teman-teman yang sempat hadir

Yang jadi cerita kali ini bukan mengenai SOLO tapi sedikit tentang kuliner yang sempat dicicipi dalam perjalanan balik dari solo menuju Jakarta,

Sewaktu perjalan balik solo – Jakarta kami (rara, nuri, nhie, saya) mampir di jogja ketemu dengan mas lantip, eh tau-taunya diajak makan di sebuah tempat makan yang unik banget (setidaknya bagi saya), gimana tidak, menu makanannya sih biasa, tapi… yang bikin unik itu bahan dasar yg dipakai, JAMUR.. yah, jamur, bahan dasarnya menggunakan jamur sebagai bahan pengganti daging (tongseng,sate,nugget), juga menggantikan nangka (gudeg), agak unik kan?, tapi ini tidak mengurangi rasaya, bagi saya rasa-rasanya jamur yg diolah menjadi gudeg lebih nikmat dibandingkan jika menggunakan bahan dasar nangka, mungkin pengaruh asal usul lidah saya yg tak sedaerah dengan asal usul gudeg :D

Click here to read more.. »

June 24th 2010 blogmates, community, inspiring

Lukisan yang Tak Selesai…

No Comments »

Setiap saat, dalam perjalanan hidup yang panjang, kita selalu menemukan satu per satu rahasia kehidupan. Setiap satu rahasia yang kita temukan, menambah pengetahuan kita tentang hidup. Setiap kali pengetahuan kita bertambah, kita menjadi lebih arif dan bijaksana.

Situasi itulah yang terekam dalam salah satu warisan hikmah orang Arab. Mereka mengatakan, sebodoh-bodohnya manusia, umur akan tetap membuatnya lebih bijaksana. Kebijaksanaan terbentuk dari akumulasi informasi yang membentuk pengetahuan kita tentang hidup. Karena seifatnya yang akumulatif, maka kesadaran hidup kita tidak akan pernah bisa terbentuk seketika. Karena tidak terbentuk seketika, maka sikap hidup kita juga berubah dari waktu ke waktu.

Tapi kapankah pengetahuan kita tentang hidup menjadi sempurna dan lengkap? Atau, jika pertanyaannya lebih mendasar lagi, bisakah pengetahuan kita tentang hidup menjadi sempurna dan lengkap? Jawabannya pasti. Tidak. Tidak akan pernah bisa pengetahuan kita tentang hidup ini menjadi sempurna dan lengkap. Salah satu sebabnya karena Allah setiap saat menciptakan makhluk-makhluk baru, baik manusia, hewan dan tumbuhan, atau benda-benda lain di alam raya ini, atau ciptaan-ciptaan yang tak terlihat seperti pikiran-pikiran dan ide-ide baru. “Dan Tuhanmu, menciptakan apa saja yang Dia kehendaki dan memilih dari ciptaan-ciptaan itu.” Setiap satu ciptaan baru tentu melahirkan fakta baru, yang kemudian terintegrasi ke dalam fakta-fakta yang ada sebelumnya, lalu terjadilah semacam rekonfigurasi keseluruhan fakta-fakta itu.

Itulah yang menjelaskan mengapa pengetahuan itu bersifat akumulatif, dan harus diwariskan secara turun temurun agar kita tidak setiap saat harus memulainya dari awal. Itu juga yang menjelaskan mengapa pengetahuan, seperti kata Ibnu Jauzi, harus diikat dengan tulisan; tulisan membuat proses pewarisannya menjadi lebih mudah. Warisan pengetahuan dari peradaban Yunani, Romawi dan Islam secara akumulatif diwarisi oleh Barat sekarang, dan lahirlah wajah peradaban baru seperti yang sekarang kita saksikan.

Karena pengetahuan kita tentang hidup ini tidak akan pernah sempurna dan lengkap, maka kesadaran hidup kita juga tidak akan pernah sempurna dan lengkap. Maka manusia kepada hidup, seperti tiga orang buta yang melukiskan gajah dari sudut yang mereka pegang. Ini adalah lukisan yang tak selesai. Dan takkan pernah selesai.

Sebab Allah sendiri yang mengatakan bahwa: “Tiadalah kamu diberi pengetahuan kecuali hanya sedikit saja.” Maka proses pembelajaran juga tak boleh selesai. Pepatah lama itu rasanya teramat bijak: “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat.”

[Anis Matta, sumber : Serial Pembelajaran, Majalah Tarbawi edisi 214 hal.80]

April 27th 2010 al-islam, harakah, inspiring

Destiny

No Comments »

Destiny is not a matter of change..
it is matter of choice
it is not a thing to be waited for,
it is a thing to be achieved

-william Jenning Bryan-

March 3rd 2010 inspiring, kontemplasi, life, word thru

[poem] Keluarlah Saudaraku

No Comments »

Keluarlah Saudaraku
oleh Anis Matta

Saudaraku kau tahu bencana datang lagi
Porak lagi negeri ini
Hilang sudah selera orang2 untuk mengharap
Sementara jiwa2 nelangsa itu
Sudah sedari lama berbaris-baris memanggil-manggil

Keluarlah keluarlah saudaraku
Dari kenyamanan mihrabmu
Dari kekhusyuan i’tikafmu
Dari keakraban sahabat-sahabatmu

Keluarlah keluarlah saudaraku
Dari keheningan masjidmu
Bawalah roh sajadahmu kejalan-jalan
Ke pasar-pasar, ke majlis dewan yang terhormat
Ke kantor-kantor pemerintah
Dan pusat-pusat pengambilan keputusan

Keluarlah keluarlah saudaraku
Dari nikmat kesendirianmu
Satukan kembali hati2 yang berserakan ini
Kumpulkan kembali tenaga2 yang tersisa
Pimpinlah dengan cahayamu kafilah nurani yg terlatih
Ditengah badai gurun kehidupan

Keluarlah keluarlah saudaraku
Berdirilah tegap di ujung jalan itu
Sebentar lagi sejarah kan lewat
Mencari aktor baru untuk drama kebenarannya

Sambut saja dia
Engkaulah yang ia cari

Internet shop