[poem] Keluarlah Saudaraku

No Comments »

Keluarlah Saudaraku
oleh Anis Matta

Saudaraku kau tahu bencana datang lagi
Porak lagi negeri ini
Hilang sudah selera orang2 untuk mengharap
Sementara jiwa2 nelangsa itu
Sudah sedari lama berbaris-baris memanggil-manggil

Keluarlah keluarlah saudaraku
Dari kenyamanan mihrabmu
Dari kekhusyuan i’tikafmu
Dari keakraban sahabat-sahabatmu

Keluarlah keluarlah saudaraku
Dari keheningan masjidmu
Bawalah roh sajadahmu kejalan-jalan
Ke pasar-pasar, ke majlis dewan yang terhormat
Ke kantor-kantor pemerintah
Dan pusat-pusat pengambilan keputusan

Keluarlah keluarlah saudaraku
Dari nikmat kesendirianmu
Satukan kembali hati2 yang berserakan ini
Kumpulkan kembali tenaga2 yang tersisa
Pimpinlah dengan cahayamu kafilah nurani yg terlatih
Ditengah badai gurun kehidupan

Keluarlah keluarlah saudaraku
Berdirilah tegap di ujung jalan itu
Sebentar lagi sejarah kan lewat
Mencari aktor baru untuk drama kebenarannya

Sambut saja dia
Engkaulah yang ia cari

Jadi Orang Besar dengan Risiko yang Besar

2 Comments »

Ibnu Abbas radiyallahu’anhu diminta waktunya sejenak oleh seseorang untuk suatu urusan kecil. Datanglah kepadaku dengan urusan yang besar, urusan kecil berikan buat yang lain.

Mengapa nabi Ibrahim selalu meminta lisan shidq di kalangan generasi berikut? Mengapa nabi Ismail dan Abu Bakar digelari si jujur? Apa jadinya bila Ibrahim gagal meninggalkan Ummu Ismail dan Ismail alaihissalam di lembah tak bertanaman di sisi rumah-Nya yang dihormati (QS.Ibrahim:37)?

Apa jadinya bila Ismail alaihissalam yang beranjak remaja memanfaatkan kemanusiaan bapaknya agar tak terjadi pengurbanan besar itu (QS.Shaad:102)?

Jelas mereka akan menjadi orang yang tak pernah punya peran di atas panggung sejarah,karena sejarah tak pernah mau mengabadikan orang-orang biasa yang perjalanannya datat tanpa tantangan.

kadang orang merasa ada dinamika dalam sejarah dan ia menontonnya tanpa berpikir ia sendiri mampu menjadi aktor sejarah. inilah  thufailiyat (sifat kekanak-kanakan) yang betapapun usia fisiknya telah jauh diambang tua, namun fikiran pemiliknya tertinggal di masa lalu yang lugu,mentah dan khas kanak-kanak

Belakangan datang generasi yang tak merasakan lelahnya berkurban di zaman awal Islam, saat muhajirin dan Anshar bahu membahu membangun masyarakat baru madinah dan tidak menjadikan Islam sebai wacana teoritik belaka. Mereka tak merasakan makan daun perdu padang pasir yang membuat luka kerongkongan dan remah mereka menjadi sama dengan kotoran kambing dan unta. Mereka tak merasakan blokade tiga tahun di Syi’b Abi Thalib, pergi meninggalkan tanah air atau disita harta dan dibunuhi keluarga.

Suatu hari datanglah Mush’ab bin Umair ke majelis Rasulullah SAW dengan pakaian bertambal. Beliau menangis mengenang masa-masa Mush’ab dimanjakan orang tuanya dalam jahiliyah. Beliau ingatkan para sahabat : “Bagaimana kamu, bila kelak pagi kamu berpakaian kebesaran dan petang hari mengganti pakaian kebesaran lainnya, piring-piring makanan datang silih berganti dan kamu sudah mulai memasang penutup dinding seperti ka’bah dibalut sitar (kelambu)” para sahabat bertanya : “bukankah saat itu kami jadi lebih baik, karena dapat sepenuh waktu beribadah dan tercukupi kebutuhan pokok?”

Rasulullah SAW menjawab :”TIDAK, kamu hari ini lebih baik daripada hari itu.”

oleh (alm) ust.rahmat abdullah (untukmu kader dakwah, hal.47-49)

Save Palestine…!!!

No Comments »

December 30th 2008 al-islam, jihad sabiluna

No Comments »

Bangkitlah Negeriku
Shoutul Harakah
Karya : Ust. Tate Qomaruddin, Lc.

Tatap tegaplah masa depan
Tersenyumah tuk kehidupan
Dengan cinta dan sejuta asa
Bersama membangun Indonesia

Pegang teguhlah kebenaran
Buang jauh nafsu angkara
Berkorban dengan jiwa dan raga
Untuk tegaknya keadilan

Reff.
Bangkitlah negeriku
Harapan itu masih ada
Berjuanglah bangsaku
Jalan itu masih terbentang

Selama matahari bersinar
Selama kita terus berjuang
Selama kita satu berpadu
Jayalah negeri jayalah

June 19th 2008 al-islam, harakah, jihad sabiluna, life

2 Comments »

Islami Ya Quds

Munsyid : Shoutul Harokah

Islami ya qudsu inna lil fida’
Zi yadii in maaddatid-dunya yada
Abadan kan taskiini abada
Innai arju ma’a yaumi ghada

Islami ya qudsu inna lil fida’
Zi yadii in maaddatid-dunya yada
Abadan kan taskiini abada
Innai arju ma’a yaumi ghada

Huwa ma’ie qalbi wa ‘azmi lil-jihad
La amiilu la amallu la aliin

Huwa ma’ie qalbi wa ‘azmi lil-jihad
La amiilu la amallu la aliin

Laki ya…qudsu salaama wa salaaman ya bilaadii
In rama…baghyus-sihaama
Attaqiiha bi fuaadii

Waslami fii kulli hiin (x2)

Muslimun ana banaani man bana
Masjidal aqsal-lazi ayantana
Waqfatus-sokhrati fiima bainana
Bi wuquufid-dahri waqfati ana

Muslimun ana banaani man bana
Masjidal aqsal-lazi ayantana
Waqfatus-sokhrati fiima bainana

Bi wuquufid-dahri waqfati ana

Lilkifaahi wal jihadi lil bilad
La amiilu la amallu la alin

Lilkifaahi wal jihadi lil bilad
La amiilu la amallu la alin

Laki ya…qudsu salaama wa salaaman ya bilaadii
In rama…baghyus-sihaama

Attaqiiha bi fuaadii
Waslami fii kulli hiin (x2)

Islami ya qudsu inna lil fida’
Zi yadii in maaddatid-dunya yada
Abadan kan taskiini abada
Innai arju ma’a yaumi ghada

Huwa ma’ie qalbi wa ‘azmi lil-jihad
La amiilu la amallu la aliin

Huwa ma’ie qalbi wa ‘azmi lil-jihad
La amiilu la amallu la aliin

Lil ulaa abna’al-qudsi lil ulaa
Wa bi qudsi syarri fil-mustaqbala
Wa fidalli qudsi lid-dunya falaa
Ado’ul islami lillah awwala

Lil ulaa abna’al-qudsi lil ulaa

Wa bi qudsi syarri fil-mustaqbala
Wa fidalli qudsi lid-dunya falaa
Ado’ul islami lillah awwala

Jaanibal aisaaru qalbuhul fu’aad
Wa bilaadi hiya bi janbil-yamin

Jaanibal aisaaru qalbuhul fu’aad
Wa bilaadi hiya bi janbil-yamin

Laki ya…qudsu salaama wa salaaman ya bilaadii
In rama…baghyus-sihaama
Attaqiiha bi fuaadii
Waslami fii kulli hiin (x2)

July 20th 2007 jihad sabiluna
repair manuals Aussie Credit Card