Hari #3 Ramadhan 1431 H : jangan lupakan sahur…

No Comments »

Allah dan Malaikat-Nya Bershalawat Kepada
Orang-Orang yang Sahur…

dari Abu Sa’id Al-Khudri R.A.  Rasulullah SAW Bersabda :

yang artinya “Sahur itu makanan yang barakah, janganlah kalian meninggalkannya
walaupun hanya meneguk setengah air, Karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat
kepada orang-orang yang sahur”

Makan Sahur Adalah Barokah

Dari Salman R.A. Rasululah SAW  bersabda,

“Artinya : Barokah itu ada pada tiga perkara : Al-Jama’ah, Ats-
Tsarid dan makan Sahur”
(Hadits Riwayat Thabrani dalam Al-Kabir 5127, Abu Nu’aim dalam Dzikru Akhbar
Ashbahan 1/57 dari Salman Al-Farisi. Al-Haitsami berkata Al-Majma 3/151 dalam
sanadnya ada Abu Abdullah Al-bashiri, Adz-Dzahabi berkata: “Tidak dikenal, peawi
lainnya Tsiqat.
Hadits ini mempunyai syahid dalam riwayat Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh
Al-Khatib dalam Munadih Auhumul Sam’i watafriq 1/203, sanadnya hasan.)

Dari Abdulah bin Al-Harits dari seorang sahabat Rasululah SAW
Aku masuk menemui Nabi SAW, ketika itu beliau sedang makan sahur,
beliau bersabda:

“Artinya : Sesungguhnya makan sahur adalah barakah yang Allah
berikan kepada kalian, maka janganlah kalian tinggalkan”

(Hadits Riwayat Nasa’i 4/145 dan Ahmad 5/270 sanadnya SHAHIH)

(sumber : Sifat Puasa Nabi – Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly,
Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid halaman 49-50 )

jadi jangan lupa sahur yah…

selamat berpuasa…

August 13th 2010 al-islam, kontemplasi, word thru

Destiny

No Comments »

Destiny is not a matter of change..
it is matter of choice
it is not a thing to be waited for,
it is a thing to be achieved

-william Jenning Bryan-

March 3rd 2010 inspiring, kontemplasi, life, word thru

heart of pandora

No Comments »

We’ve seen
The power to change the future
In our dreams

I can hear your cries within the noise
I laughed at it and it only dispose all of my weaknesses

Only you can know where you were heading
While chasing a different skies

We wished for the courage to face the future
You kept on smiling
While being lost in the past
Until you can return to the real present

The first time I want to know about you
I was scared at how far the distance between our hearts

Just by understanding any misunderstoods
We can start forward

I wanted to hold your tears and pains
But if I run I become restless as I run further
How far do I have to keep on running… …

I can hear your songs within the noise
and I started to see my disappearing self

Please give me the strength to change the future
Where I’m supposed to walk alone
I can fly very high
Just because of your smile

We wished for the courage to link our hearts
To keep on smiling with you
While being lost in love
Until I can return to the real me

a translation from opening song of pandora heart – parallel heart (best anime soundtrack 2009)

February 2nd 2010 kontemplasi, lyrics, released, word thru

Jadi Orang Besar dengan Risiko yang Besar

2 Comments »

Ibnu Abbas radiyallahu’anhu diminta waktunya sejenak oleh seseorang untuk suatu urusan kecil. Datanglah kepadaku dengan urusan yang besar, urusan kecil berikan buat yang lain.

Mengapa nabi Ibrahim selalu meminta lisan shidq di kalangan generasi berikut? Mengapa nabi Ismail dan Abu Bakar digelari si jujur? Apa jadinya bila Ibrahim gagal meninggalkan Ummu Ismail dan Ismail alaihissalam di lembah tak bertanaman di sisi rumah-Nya yang dihormati (QS.Ibrahim:37)?

Apa jadinya bila Ismail alaihissalam yang beranjak remaja memanfaatkan kemanusiaan bapaknya agar tak terjadi pengurbanan besar itu (QS.Shaad:102)?

Jelas mereka akan menjadi orang yang tak pernah punya peran di atas panggung sejarah,karena sejarah tak pernah mau mengabadikan orang-orang biasa yang perjalanannya datat tanpa tantangan.

kadang orang merasa ada dinamika dalam sejarah dan ia menontonnya tanpa berpikir ia sendiri mampu menjadi aktor sejarah. inilah  thufailiyat (sifat kekanak-kanakan) yang betapapun usia fisiknya telah jauh diambang tua, namun fikiran pemiliknya tertinggal di masa lalu yang lugu,mentah dan khas kanak-kanak

Belakangan datang generasi yang tak merasakan lelahnya berkurban di zaman awal Islam, saat muhajirin dan Anshar bahu membahu membangun masyarakat baru madinah dan tidak menjadikan Islam sebai wacana teoritik belaka. Mereka tak merasakan makan daun perdu padang pasir yang membuat luka kerongkongan dan remah mereka menjadi sama dengan kotoran kambing dan unta. Mereka tak merasakan blokade tiga tahun di Syi’b Abi Thalib, pergi meninggalkan tanah air atau disita harta dan dibunuhi keluarga.

Suatu hari datanglah Mush’ab bin Umair ke majelis Rasulullah SAW dengan pakaian bertambal. Beliau menangis mengenang masa-masa Mush’ab dimanjakan orang tuanya dalam jahiliyah. Beliau ingatkan para sahabat : “Bagaimana kamu, bila kelak pagi kamu berpakaian kebesaran dan petang hari mengganti pakaian kebesaran lainnya, piring-piring makanan datang silih berganti dan kamu sudah mulai memasang penutup dinding seperti ka’bah dibalut sitar (kelambu)” para sahabat bertanya : “bukankah saat itu kami jadi lebih baik, karena dapat sepenuh waktu beribadah dan tercukupi kebutuhan pokok?”

Rasulullah SAW menjawab :”TIDAK, kamu hari ini lebih baik daripada hari itu.”

oleh (alm) ust.rahmat abdullah (untukmu kader dakwah, hal.47-49)

selamat tahun baru hijriah…

No Comments »

December 30th 2008 al-islam, kontemplasi