pergimi kodong indo’ku

Matu’..!!!
Begitu katanya, dalam bahasa bugis yg artinya sebentar/nanti, ketika saya minta ia bergegas sesaat akan berangkat ke tanah suci menjalankan Ibadah umrah 3 tahun lalu, Namun kemarin (Ahad, 24 Juli 2011) dan seterusnya saya tidak akan pernah lagi mendengarkan kata itu langsung terucap dari bibirnya, Dia telah pergi mendahui, menuju ke kehidupan yg kekal abadi, semoga tempat yang ditujunya adalah tempat terbaik yg telah disiapkan Sang Pencipta untuk hamba-hambaNya yg senantiasa ikhlas taat menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya, dan semoga suatu hari kelak kami dikumpulkan di tempat itu bersama orang-orang shaleh terdahulu dan bersama Rasulullah SAW.

Nenek…

Entah, kalimat seperti apa yg harus dirangkai, untuk menceritakan seperti apa kehidupanmu,tapi satu hal yang pasti, engkau telah menjadi teladan kami, berbagi arti kata pengorbanan, kesetiaan dan kasih sayang, Sepertinya akan sulit kutemui lagi, sosok sepertimu dalam kurun sisa hidupku,

Nenek…

Seperti nama yang telah disandangkan padamu I Tappa, kami pun, percaya bahwa apa-apa yang telah kau berikan adalah tepat berasal dari sebuah proses yang ikhlas, dan sepenuh hati.
masih teringat ketika kau berujar (sambil mengelus kepalaku) (dalam bahasamu “tannia appoko iye, anakku, anakku iye” “ini bukan cucuku, anakku, ini anakku” mungkin itu alasan kenapa engkau ingin kami (cucumu) memanggilmu indo’ (ibu).

*harus nulis apalagi yah… argh….

Nenek…

Selamat jalan…

86 tahun adalah waktu yg telah ditentukan olehNYA untukmu hidup
dan 28 tahun kau telah membersamaiku dengan penuh kasih dan sayang
See you another day on another world on a best living…

*ketak-ketik saat galau menghampiri,teringat sosok penuh sahaja itu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *