Makan jamur atau (je)Jamuran ?

No Comments »

Awal juni lalu, komunitas blogger bengawan.org mengadakan sebuah perhelatan dengan label SOLO (sharing online lan offline), dimana kegiatan ini dihadiri oleh berbagai komunitas blogger di jawa luar jawa, mengenai kegiatan ini (SOLO) bisa diliat reviewnya di berbagai blog teman-teman yang sempat hadir

Yang jadi cerita kali ini bukan mengenai SOLO tapi sedikit tentang kuliner yang sempat dicicipi dalam perjalanan balik dari solo menuju Jakarta,

Sewaktu perjalan balik solo – Jakarta kami (rara, nuri, nhie, saya) mampir di jogja ketemu dengan mas lantip, eh tau-taunya diajak makan di sebuah tempat makan yang unik banget (setidaknya bagi saya), gimana tidak, menu makanannya sih biasa, tapi… yang bikin unik itu bahan dasar yg dipakai, JAMUR.. yah, jamur, bahan dasarnya menggunakan jamur sebagai bahan pengganti daging (tongseng,sate,nugget), juga menggantikan nangka (gudeg), agak unik kan?, tapi ini tidak mengurangi rasaya, bagi saya rasa-rasanya jamur yg diolah menjadi gudeg lebih nikmat dibandingkan jika menggunakan bahan dasar nangka, mungkin pengaruh asal usul lidah saya yg tak sedaerah dengan asal usul gudeg :D

Click here to read more.. »

June 24th 2010 blogmates, community, inspiring

episode ngambek pun selesai

No Comments »

setelah beberapa waktu, pilihan boot manager di laptop yang ada dua itu, akhirnya kembali tertuju pada linux mint, saking lamanya sampe lupa ini yg terinstal tuh versi berapa :p, tapi gampang kok tinggal masuk terminal cek pake :

$ cat /etc/issue

dan hasilnya keluar

Linux Mint 7 Gloria - Universal Edition \n \l blala@blala ~ $

namun setelah login eh ternyata pidgin masih error, waduh… :tepok jidat:, gak bisa chatting nih ma fans2… :p apa karena memang versi dari aplikasi chat yang saya pasang (2.5.5) itu penuh dengan bug?? atau memang masih ngambek ma saya??

jalan pintasnya adalah upgrade ke versi terbaru pidgin 2.6.6, tapi sy lagi pengen iseng saja mengupgrade beberapa modul saja via PPA Setup, yah kali aja bisa langsung dipake chatting..

nah sy coba masuk terminal dan ketik ini *gak benar diketik sih, tapi copas dari documentasi di situs resmi pidgin :D *,ini yg diketik:

sudo apt-key adv --recv-keys --keyserver keyserver.ubuntu.com \
    67265eb522bdd6b1c69e66ed7fb8bee0a1f196a8
echo deb http://ppa.launchpad.net/pidgin-developers/ppa/ubuntu \
    `lsb_release --short --codename` main | \
    sudo tee /etc/apt/sources.list.d/pidgin-ppa.list

abis itu masuk ke packet manager,cari pidgin dan tandai beberapa packet yg memang seharusnya diupgrade dengan cara melihat rilis yg terinstall dan rilis yg tersedia (terbaru). nah abis itu apply deh..

tunggu sampe selesai… dan paket yg didownload terinstall

sekarang coba buka pidgin, deh napa na jadi dumba’-dumba’ (deg-degan) inie…

horee… pidginnya bisa dipakai kembali, tapi sebelumnya karena account yg di set itu sudah ngaco jadi didelet dulu dan create account baru lagi dan horee… pidgin loading dan chatting pun dimulai..

huh… ngambek pun selesai…

May 12th 2010 IT, linux, oprek2

Lukisan yang Tak Selesai…

No Comments »

Setiap saat, dalam perjalanan hidup yang panjang, kita selalu menemukan satu per satu rahasia kehidupan. Setiap satu rahasia yang kita temukan, menambah pengetahuan kita tentang hidup. Setiap kali pengetahuan kita bertambah, kita menjadi lebih arif dan bijaksana.

Situasi itulah yang terekam dalam salah satu warisan hikmah orang Arab. Mereka mengatakan, sebodoh-bodohnya manusia, umur akan tetap membuatnya lebih bijaksana. Kebijaksanaan terbentuk dari akumulasi informasi yang membentuk pengetahuan kita tentang hidup. Karena seifatnya yang akumulatif, maka kesadaran hidup kita tidak akan pernah bisa terbentuk seketika. Karena tidak terbentuk seketika, maka sikap hidup kita juga berubah dari waktu ke waktu.

Tapi kapankah pengetahuan kita tentang hidup menjadi sempurna dan lengkap? Atau, jika pertanyaannya lebih mendasar lagi, bisakah pengetahuan kita tentang hidup menjadi sempurna dan lengkap? Jawabannya pasti. Tidak. Tidak akan pernah bisa pengetahuan kita tentang hidup ini menjadi sempurna dan lengkap. Salah satu sebabnya karena Allah setiap saat menciptakan makhluk-makhluk baru, baik manusia, hewan dan tumbuhan, atau benda-benda lain di alam raya ini, atau ciptaan-ciptaan yang tak terlihat seperti pikiran-pikiran dan ide-ide baru. “Dan Tuhanmu, menciptakan apa saja yang Dia kehendaki dan memilih dari ciptaan-ciptaan itu.” Setiap satu ciptaan baru tentu melahirkan fakta baru, yang kemudian terintegrasi ke dalam fakta-fakta yang ada sebelumnya, lalu terjadilah semacam rekonfigurasi keseluruhan fakta-fakta itu.

Itulah yang menjelaskan mengapa pengetahuan itu bersifat akumulatif, dan harus diwariskan secara turun temurun agar kita tidak setiap saat harus memulainya dari awal. Itu juga yang menjelaskan mengapa pengetahuan, seperti kata Ibnu Jauzi, harus diikat dengan tulisan; tulisan membuat proses pewarisannya menjadi lebih mudah. Warisan pengetahuan dari peradaban Yunani, Romawi dan Islam secara akumulatif diwarisi oleh Barat sekarang, dan lahirlah wajah peradaban baru seperti yang sekarang kita saksikan.

Karena pengetahuan kita tentang hidup ini tidak akan pernah sempurna dan lengkap, maka kesadaran hidup kita juga tidak akan pernah sempurna dan lengkap. Maka manusia kepada hidup, seperti tiga orang buta yang melukiskan gajah dari sudut yang mereka pegang. Ini adalah lukisan yang tak selesai. Dan takkan pernah selesai.

Sebab Allah sendiri yang mengatakan bahwa: “Tiadalah kamu diberi pengetahuan kecuali hanya sedikit saja.” Maka proses pembelajaran juga tak boleh selesai. Pepatah lama itu rasanya teramat bijak: “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat.”

[Anis Matta, sumber : Serial Pembelajaran, Majalah Tarbawi edisi 214 hal.80]

April 27th 2010 al-islam, harakah, inspiring

mungkin waktunya…

3 Comments »

lama tak berkunjung, lama tak menyapa
rupanya sudah banyak yang berubah
banyak sampah, banyak isi, banyak jeroan

kembali menengok apa yang pernah diperbuat
ada kesan, ada rasa, ada murka, ada suka, ada duka

mungkin waktunya kembali…

April 23rd 2010 released, word thru

Destiny

No Comments »

Destiny is not a matter of change..
it is matter of choice
it is not a thing to be waited for,
it is a thing to be achieved

-william Jenning Bryan-

March 3rd 2010 inspiring, kontemplasi, life, word thru