“YANG TERPILIH”

1 Comment »

“YANG TERPILIH”

Masih panjang jalan untuk berhenti menatap mimpi
Masih jauh langkah dari wangi yang menanti

Biarkan langit tetapkan diri sebagai batas hidup mu
Biarkan bintang menuntun hati iringi langkah mu

Masih terhembus lirih doa dari kisah yang dulu
Tak henti pijarkan lagi semangat yang tlah meredup

Biarkan langit tetapkan diri sebagai batas hidup mu
biarkan bintang menuntun hati tabahkan langkahmu

Tetesan air mata mungkin takkan berarti
Bila semua tlah berlalu dan kita tersadar

Hanya yang terpilih sebagai pemenang di hari ini
Hanya yang berani tantang dunia tundukkan gelar tuan mu

Kita yang terpilih sebagai pemangku dunia ini
Kita yang berani tantang dunia tentukan garis nasib sendiri

Special thank’s to Teknik 98

K.O.F.T.T.E

April 13th 2009 community, inspiring

Jadi Orang Besar dengan Risiko yang Besar

2 Comments »

Ibnu Abbas radiyallahu’anhu diminta waktunya sejenak oleh seseorang untuk suatu urusan kecil. Datanglah kepadaku dengan urusan yang besar, urusan kecil berikan buat yang lain.

Mengapa nabi Ibrahim selalu meminta lisan shidq di kalangan generasi berikut? Mengapa nabi Ismail dan Abu Bakar digelari si jujur? Apa jadinya bila Ibrahim gagal meninggalkan Ummu Ismail dan Ismail alaihissalam di lembah tak bertanaman di sisi rumah-Nya yang dihormati (QS.Ibrahim:37)?

Apa jadinya bila Ismail alaihissalam yang beranjak remaja memanfaatkan kemanusiaan bapaknya agar tak terjadi pengurbanan besar itu (QS.Shaad:102)?

Jelas mereka akan menjadi orang yang tak pernah punya peran di atas panggung sejarah,karena sejarah tak pernah mau mengabadikan orang-orang biasa yang perjalanannya datat tanpa tantangan.

kadang orang merasa ada dinamika dalam sejarah dan ia menontonnya tanpa berpikir ia sendiri mampu menjadi aktor sejarah. inilah  thufailiyat (sifat kekanak-kanakan) yang betapapun usia fisiknya telah jauh diambang tua, namun fikiran pemiliknya tertinggal di masa lalu yang lugu,mentah dan khas kanak-kanak

Belakangan datang generasi yang tak merasakan lelahnya berkurban di zaman awal Islam, saat muhajirin dan Anshar bahu membahu membangun masyarakat baru madinah dan tidak menjadikan Islam sebai wacana teoritik belaka. Mereka tak merasakan makan daun perdu padang pasir yang membuat luka kerongkongan dan remah mereka menjadi sama dengan kotoran kambing dan unta. Mereka tak merasakan blokade tiga tahun di Syi’b Abi Thalib, pergi meninggalkan tanah air atau disita harta dan dibunuhi keluarga.

Suatu hari datanglah Mush’ab bin Umair ke majelis Rasulullah SAW dengan pakaian bertambal. Beliau menangis mengenang masa-masa Mush’ab dimanjakan orang tuanya dalam jahiliyah. Beliau ingatkan para sahabat : “Bagaimana kamu, bila kelak pagi kamu berpakaian kebesaran dan petang hari mengganti pakaian kebesaran lainnya, piring-piring makanan datang silih berganti dan kamu sudah mulai memasang penutup dinding seperti ka’bah dibalut sitar (kelambu)” para sahabat bertanya : “bukankah saat itu kami jadi lebih baik, karena dapat sepenuh waktu beribadah dan tercukupi kebutuhan pokok?”

Rasulullah SAW menjawab :”TIDAK, kamu hari ini lebih baik daripada hari itu.”

oleh (alm) ust.rahmat abdullah (untukmu kader dakwah, hal.47-49)

we will not go down

No Comments »

Cahaya putih yang membutakan mata
Menyala terang di langit Gaza malam ini
Orang-orang berlarian untuk berlindung
Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati

Mereka datang dengan tank dan pesawat
Dengan berkobaran api yang merusak
Dan tak ada yang tersisa
Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal

Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini

Wanita dan anak-anak
Dibunuh dan dibantai tiap malam
Sementara para pemimpin nun jauh di sana
Berdebat tentang siapa yg salah & benar

Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan
Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujam asam
Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit
Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal

Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini

ps: translasi indonesia we will not gow down - michael heart

January 20th 2009 Uncategorized

Save Palestine…!!!

No Comments »

December 30th 2008 al-islam, jihad sabiluna

selamat tahun baru hijriah…

No Comments »

December 30th 2008 al-islam, kontemplasi